python SMS Modem Huawei

mau hapus isi folder file lama malah nemu ini.

upload aja dah.

#
#
#   cuaca monitoring software (CLI) 2013
#   sms reader for collecting data
# 	based on python 2.7
#
#   
#

# import your library here

import urllib2
import sys
import time
import serial
import os

port = serial.Serial("COM44",baudrate=115200, timeout=1)

sms = ['','','','','','','','','','','','','','','','','','','','','','','','','','','','','','']

counter = 0
temperature = ""
humidity = ""
server_addr = "localhost/sht11"

def cek():
	global counter
	x = counter - 1
	while x > -1:
		cek_sms(sms[x])
		delete_sms(x)
		x=x-1

def cek_sms(data):
	# print "cek data"
	# print data
	
	y = len(data)-3
	
	# print y
	# print data[0]
	# print data[y]

	if data[0] == "*" and data[y] == "#":
		data = data.replace("*","").replace("#","").replace("\n","").replace("\r","")

		url = "http://" + server_addr +"/input.php?data=" + data
		response = urllib2.urlopen(url)

		ar = data.split(';')
		print "++++++++++++++++++++++++++++++"
		print "temperature : ",ar[0],"Celcius"
		print "humidity    : ",ar[1],"Persen"
		print "++++++++++++++++++++++++++++++"

		# print ar[2]

def delete_sms(no):
	port.write('AT+CMGD='+str(no)+'\r\n')  #delete messages

	
def send_sms(number,message):
	port.write('AT+CSCA="+62816124",145\r\n') #set sms center before send sms
	port.write('AT+CSCA="+62816124",[145]\r\n')
	port.write('AT+CMGF=1\r\n')      #set text mode
	port.write('AT+CMGS="'+number+'"')
	port.write(chr(13))
	port.write(message)
	port.write(chr(26))

def __decode(str):
    ustr = u''
    str = str.strip().replace('"', '')
    for i in range(len(str)):
        if not i % 4:
            ustr += unichr(int(str[i:i+4], 16))
    sms[counter] = ustr
    return ustr

def read_sms():
	port.write('AT+CMGF=1\r\n')      #set text mode
	port.write('AT+CSCS="UCS2"\r\n') #set encoding to UCS2
	port.write('AT+CMGL="ALL"\r\n')  #get all messages
	gotmsg = False
	tm = 0
	baca = True
	print "Checking",
	while(baca):
	    line = port.readline()
	    if line == "":
	    	print ".",
	    	tm = tm + 1

	    if line.startswith('+CMGL'):
	        print ""
	        info = line.split(',')
	        print 'message#%s from %s date %s time %s %s'     \
	              %(info[0].split(':')[1], __decode(info[2]),info[4], info[5], __decode(port.readline()))
	        gotmsg = True
	        
	        global counter
    		counter=counter+1
	    if gotmsg and line.startswith('OK'): break
	    # tm = tm + 1
	    if tm > 3 :
	    	baca = False


def main():
	while True :
		global counter
		counter = 0
		os.system("cls")
		print "INBOX"
		print "=========================================="
		read_sms()
		cek()
		time.sleep(2)
	# string = "*34.65;78.9#"
	# cek_sms(string)
	# send_sms("081553466950","coba kirim")

# Standard boilerplate to call the main() function to begin
# the program.
if __name__ == '__main__':
	main()

resolusi

Akhir tahun kemarin agaknya sedikit beda dengan tahun 2015. Tak ada acara melekan nungguin jam. Hanya nunggu kapan sakit kepala dari siang hari segera sembuh.

 

Sering terdengar “apa resolusi mu di tahun 2017”. Untuk orang yang sakit kepala resolusi tahun 2017 jelas sulit menggeser rasa sakit dari kepala.

 

Namun pintu gerbang tujuan resolusi terbuka bukan karena kebetulan. Berawal dari mencari video kajian tentang jodoh bergeser ke parodi DOTS versi islami kemudian bergerak ke video interview Kim Ji-won dan mengalir ke video kembaran Kim Ji-won dari Indonesia yang sedang studi di Jerman, Gita Savitri Devi.

 

Melihat full vlog mbak Gita dalam resolusi 144p demi menghemat kuota tidak mengurangi pesan yang ingin disampaikan. Walaupun mengurangi pesona wajah cantiknya, tapi tetap gerakan penghematan harus tetap berjalan.

 

Singkatnya dari blog itu aku menangkap. Kuliah di luar negeri bukan hanya sekedar mencari gelar dan ijazah, tapi juga membentuk pola pikir dan memperluas sudut pandang.

 

Kuliah di kampus terjelek di Jerman ketika kembali ke Indonesia yang akan dilihat adalah seorang lulusan Jerman bukan lulusan kampusnya. Beda kalau kuliah di negeri sendiri. Pasti ada penilaian jebolan almamater mana.

 

Pendeknya, kalau mau kita setara dengan lulusan luar negeri cukup otak dan pemikiran kita yang dibenahi. Jangan jadi katak dalam tempurung, jangan jadi egois yang mikir untuk diri sendiri.

 

Kadang sempat terbersit “ah hidup udah settle, gaji udah lancar tiap bulan”. Ini yang harus dilawan, jangan sampai kenyamanan membuatmu jadi lupa dengan sekitarmu. Apa yang bisa kamu lakukan untuk keluarga, masyarakat dan negara.

 

Salut dengan akademis yang ada di luar negeri, punya pemikiran semacam itu. Ingin membangun negaranya, tapi apa daya kondisi di Indonesia tidak seperti itu ekosistemnya. Daripada jebolan bimbingan les bahasa asing itu terkontaminasi kembali oleh pola pikir negatif ala Indonesia lebih baik tetap disana dulu sambil ngevlog menebar virus virus pola pemikiran kritis seperti mbak yu Gita Savitri.

 

Kalau udah agak menggurita pemikiran yang baik itu. Bolehlah semua yang diaspora kembali ke tanah air Beta.

Malu dan Kelu

Malu atau lidah kelu bedanya tipis.
Malu untuk bilang nikah yuk
Kelu mau bilang kapan aku bisa ketemu ayah ibu kamu.
Urusan kawin bukan main main, Urusan nglamar bisa bikin gusar
Gak perlu panik, pria yang baik untuk wanita yang baik
Mintalah dengan sopan, buat keluarganya terkesan
Tolaklah dengan halus, jika tak menerima dengan tulus
Saingan dimana-mana tapi tenang jodoh tak akan kemana

Afdeling Bravo GSYM, 9 MEI 2016

Merantau.

Gak kerasa sudah hampir 10 tahun merantau.

Selalu ada yang datang dan pergi.

Perasaan ini mungkin dirasa oleh tiap orang tua yang ditinggal putra putri tuk belajar hidup mandiri.

Saat awal merantau ke malang. Libur di hari sabtu atau senin itu seperti segelas es kopi, segar dan memberi semangat.

Semangat untuk pulang kampung walau perlu hampir 7 jam perjalanan.

Seiring waktu jalan pikir anak rantau mulai berubah. Tiap keluar isi dompet harus ada alasan

Segalanya bisa diproyekin biar dapat duit. Termasuk ngerjain proyek remidial programming vb teman-teman.

Alhamdulillah dari 5 proyek hasilnya cukup mrepet untuk biaya pulang ke kampung halaman saat itu.

Sebetulnya bukan kampung halaman yang dituju oleh para perantau itu, namun menjadi anak yang berbakti dan peduli terhadap orang tua.

Walaupun ada juga yang pulang karena tak punya ATM

Jadi perantau manakah kamu itu.

Cerita Magang Ku

Sudah dua bulan lebih sedikit ku tinggalkan pulau jawa. Semakin lama ku tinggalkan semakin bertambah kerinduan ini.

Untung masih ada orang tua dan kawan kawan yang masih bisa dihubungi untuk mengurangi kerinduan suasana saat di jawa.

Kata sebagian orang, menulis itu tempat berekspresi dan menuangkan gejolak jiwa serta mengasah pemikiran jika dilakukan secara bertanggung jawab.

Mungkin blog adalah media yang tepat untuk mencurahkan itu semua daripada hanya mengirimkan laporan kegiatan 2mingguan ke kantor pusat di jakarta.

So tunggu tulisan mengenai kegiatan magang yang akan segera terbit, entah kapan waktunya.

image

Dari kiri :
Fajar Rukmo A
Bagus Dwi P
Dwi Agus
Dwi Fajar R